Pernahkah kau merasakan kesepian di tengah keramaian? Pernahkan kau merasakan perih di tengah canda? Pernahkan kau merasakan tangis tak tertahan di tengah tawa?

Saat ini aq merasakan semua itu. Merasa sendiri, di tengah ramainya orang berbincang. Kucoba bertanya pada hati, apakah yang sedang terjadi? Hatipun tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan. Bagaimana hati yang diciptakan Allah sebagai sebuah cermin tidak dapat memberikan jawaban? Inilah masalahnya. Bukan orang-orang di sekitar atau kondisi yang salah, hatiku lah yang sedang bermasalah. Bukan kondisi yang tidak bersahabat, tetapi diriku lah yang tidak ingin bersahabat dengannya…

Saat kupejamkan mata, kucoba membayangkan kembali kejadian-kejadian bersama mereka. Mereka yang menghadirkan tawa. Mereka yang menyisakan rindu. Ternyata tidaklah mudah menemukan sosok-sosok yang bisa menorehkan arti dalam hati ini. Tidaklah mudah menemukan sosok-sosok yang meredam ego ini. Dan saat ini diri ini benar-benar merindukan mereka…

Tetapi ketika aku hanya berteman dengan masa lalu atau sebatas kenangan, tidak selayaknya aku disebut sebagai makhluk hidup. Bukankah saat ini adalah hidupku, yang belum tentu akan kualami lagi esok hari? Bukankan mereka yang ada di sekitarku saat ini adalah lingkunganku? Sudah selayaknya kupandang ini semua sebagai hidupku. Sekali lagi bukan mereka yang salah, tetapi diri inilah yang salah, yang hina. Dan saatnya kaki ini melangkah ke arah perbaikan. Saatnya hati ini merasakan pensucian. Dan saatnya pikiran ini di restart ulang.

Wahai hati, meredalah. Jadilah engkau selayaknya apa yang menjadi tugasmu.

Ya Rabb, bantu hamba menjadi hambaMu yang pandai bersyukur. Bantu hamba menjadi manusia yang dapat bermanfaat orang lain.

Wahai kawan, hati ini benar-benar merindukan kalian. Dulu saat kebersamaan itu masih ada, diri ini pernah meragukan arti kalian dalam hidupku. Ternyata saat ini aku sadar, tidak mudah menemukan sosok-sosok seperti kalian. Semoga Allah masih berkenan untuk mempererat tali ikaan hati kita…

Bismillah, saatnya memperbaiki diri… “Daripada lisan ini menyakiti, diam adalah pilihan terbaik”

4 responses »

  1. Tiu_aja berkata:

    Tetap Semangat Nora_chan!!!!!

  2. 1 in H5N1D berkata:

    Bolehkah akuu merasa gEeR untuk tulisan ni nor?? ^_^

  3. 1inH5N1D berkata:

    bolehkah aq merasa geEr untuk tulisan ant yg ini nor???
    hehehee

    wlopun ada keraguan klo ni bkn bwt aq en “kita” heheheee…

    saudarax ant kan buanyaaaaaaakk bgt…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s