Foto walimahQoe

Image

Penyerahan mahar dari suamiku. Bentuk tanggung jawab pertama kepadaku…

Image

cium tangan pertamaku. Hmm, sebagai bentuk pengabdian sebagai seorang istri…

Image

Buku nikah kami. Alhamdulillah sudah sah…

Image

Semoga bisa saling menyokong dalam mengarungi hidup bersama…

Arif balita penderita tumor, butuh bantuan pengobatan

306084_2616483306625_1192220473_n

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga jam, tim Dompet Dhuafa sampai di desa Ngebrak, kecamatan Gampengrejo, kabupaten Kediri. Hari ini kami bermaksud untuk menindak lanjuti pengajuan bantuan pengobatan yang dikirim ke Dompet Dhuafa beberapa hari sebelumnya.

Sampailah kami di rumah yang dimaksud, kami dipersilahkan masuk. Saat kami beranjak masuk ke rumah tersebut, dari dalam rumah muncullah seorang balita yang terlihat jelas memiliki kelainan pada fisiknya.

“ini mbak yang namanya Arif, ya beginilah keadaannya.” Ujar bu Yanti, ibu sang anak membuka pembicaraan.

Ya, dialah Moch. Arif Setiawan. Anak berusia 3,5 tahun pengidap tumor di mata kirinya. Berawal dari benjolan kecil saat jatuh di usia satu tahun, benjolan itu sekarang sudah menutupi mata kirinya. Bahkan pada bagian pipi kiri dan kepalanya juga terdapat benjolan dan pembekakan.

“Waktu itu masih belajar jalan mbak, lalu jatuh. Saya bawa ke puskesmas dan hanya diberi salep. Tapi lama kelamaan jadi semakin besar. Mau berobat gak ada biaya mbak, bapaknya aja hanya pekerja pabrik. Saya sudah pernah mengurus Jamkesmas, tetapi tidak lolos ketika disurvey karena rumahnya sudah bagus. Padahal rumah ini khan rumah orang tua, masa harus saya jual mbak.” Cerita bu Yanti ketika kami tanya awal sakitnya Arif.

Baca lebih lanjut

Ketika Rasa Putus Asa Begitu Dekat

 

Hati ini tidak tenang
Satu demi satu rintangan itu datang
saat di setiap sujud tidak lupa kupanjatkan doa itu
Dan hatiku menjadi semakin tidak tenang

Ingin hati berontak
Ada perasaan, keinginan itu harus menjadi kenyataan
Tapi apa yang bisa kulakukan?
Aku hanya seorang hamba
dan disana ada Dia yang lebih tahu segalanya

Hmm, mungkin inilah saatnya mendekat
mendekat kembali kepadaNya
di saat bisikan rasa putus asa itu semakin sering kudengar

Ya Rabb, berilah aku kekuatan
Jauhkan aku dari rasa sedih dan putus asa
Berilah aku kesabaran untuk menanti jawaban dari doaku

Kembali kugantungkan asa
Kembali kupanjatkan keinginan
kepadaNya yang Maha Mendengar
Karena harapan itu akan selalu ada
…………

“Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.”
(QS.12:87)

 

Berbagi itu indah

Mungkin mereka memang keluarga yang kekurangan

Tetapi aku melihat sebuah kerja keras dari sang bunda

Tapi aku melihat sebuah kegigihan dari sang ayah

Dan aku selalu melihat wajah ikhlas dari anak-anak mereka

 

Dan kedatangan kami, membawa kecerian buat mereka

Tapi sesungguhnya keceriaan itu bukan hanya milik mereka

Karena, kami merasakan keceriaan itu juga

Karena berbagi itu indah

Berbagi itu indah

Tarhib Ramadhan yang ceria ^_^

Gebrakan baru untuk Dompet Dhuafa Jatim. Dengan tim baru yang rata-rata masih remaja (hehehe, usia di bawah 25 tahun ding), kami mengadakan tarhib ramadhan untuk mengawali aktivitas Ramadhan. Walau banyak bingung di sana sini, walau banyak kekacauan, tapi semua teratasi dengan baik.

Tarhib kali ini menyenangkan. Dengan diiringi penampilan dari drumband SDN Kaliasin III yang ceria, kami mulai membagikan balon hijau bertuliskan “datang dari hati”  kepada pengguna jalan. Setelah penampilan adek-adek selesai, kami diiringi oleh tim marawis ITS. Nah kali ini, kami tidak berjuang sendiri untuk membagi balon, tapi kami dibantu oleh para superhero dari komunitas kosplay (kostum player). Jadilah berita menjadi “iron man membagi buku panduan zakat”, hehehe…

Well, walau lelah, wajah senang yang terpasang di masing-masing diri kami…

wajah narsis setelah tarhib

karyawan DD Jatim dan Superhero mensosialisasikan zakat

 

Mau promo nich…
Pas Ramadhan, ada tayangan program Dompet Dhuafa bertajuk  “datang dari hati”, setiap sabtu dan ahad jam 15.00-15.30 di TV One
Sebenarnya masih ada liputan ramadhan khusus DD Jatim di TV lokal, tapi belum tahu jadwalnya. so, info menyusul.
#Datang dari hati#

Cinta, Kurelakan kau pergi

Karena hakekat cinta adalah memberi

Kuberikan apa yang kupunya untukmu

Namun, ketika di luar sana ada yang mampu memberikan lebih untukmu

Pergilah dan jemputlah dia…

Aku tak akan pernah menyesal,

Karena aku tetap memiliki cintaku…

Wah2, pagi-pagi sudah menulis tentang patah hati… Hehehe. Tapi sebentar, makna cinta itu luas saudara. Bukan hanya sekedar cinta perempuan dan laki-laki. Cinta itu global, dan dunia ada karena cinta itu ada.

Hakekat cinta adalah memberi. Itu adalah intinya. Mudah ditulis, mudah diucapkan, tapi sangat susah untuk dilakukan. Bagaimana tidak, konsekuensi dari kalimat ini adalah tidak ada rasa sakit ketika cintamu tak terbalas. Tidak ada kecewa ketika cintamu dikhianati. Tidak ada lara ketika cintamu ditinggalakan. Karena hakekat cinta adalah memberi.

Memberi dan hanya memberi. Butuh balasan? oh, kalau itu sandarkan hanya kepada Sang Maha Pencipta, alias ikhlas. Yap, sandarkan cintamu karena Allah, insya Allah engkau akan terus dapat memberi tanpa pernah tersakiti. Ketika engkau merasa tersakiti, Allah lah yang akan menyembuhkan lukamu. Karena Allah lah yang akan membalas ke-ikhlasan-mu…

Patah hati hanya sebagai tanda kurangnya keikhlasan kita dalam mencintai. Memang susah tapi bukan berarti tidak mungkin. Mari menjadi pecinta sejati. Untuk pasangan, orang tua, anak, keluarga, sahabat dan masyarakat.

#terinspirasi dari buku serial cinta-ust Anis Matta#

Keyakinan itu…

Beberapa hari yang lalu, saya mengikuti seleksi calon pegawai di sebuah Lembaga. Yang paling menarik adalah saat sesi interview. Ada satu pertanyaan yang membuat saya berfikir, pertanyaan itu kira-kira seperti ini, ” ada dua kemungkinan ketika seorang anak ditinggal pergi oleh orang tuanya selama-lamanya, kalau bukan semakin down dan terpuruk atau dia akan kuat dan bangkit. Lalu apa yang membuat mbak Nora kuat saat ditinggalkan ayah di usia remaja?”. Jujur, saya tidak tahu jawabannya, saya hanya menjawab ” yang membuat saya bertahan dan kuat adalah keyakinan saya kepada Allah, kepada pertolonganNya dan kepada janjiNya”

Mungkin hal ini tidak dapat diterima oleh logika manusia. Tapi itulah yang saya rasakan. Mungkin saat itu ada peluang besar untuk saya mengambil pilihan yang lain, terpuruk dan menyerah tanpa ada usaha kepada takdir. Tapi yang ada saat itu adalah sebuah keyakinan yang besar bahwa Allah akan menolong hambaNya dari arah yang tidak disangka-sangka. Tinggal saya sebagai hamba yang harus berusaha untuk mencari arah-arah pertolongan itu. Dan terbukti bahwa Allah Maha Penolong, dan satu-satunya penolong.

Banyak orang yang mengerti tentang ayat janji akan pertolongan Allah, tetapi ketika tantangan, ujian, masalah hidup menerpanya, semua ilmu itu serasa tidak pernah ada. Yang ada hanya putus asa, ingin menyerah atau bahkan menyalahkan Allah atas apa yang terjadi. Karena disana ada peran syaitan yang menghembuskan hawa was-was, ketakutan bahkan keputus-asaan.

Ini hanya sebuah nasehat untuk diri sendiri. Di saat ujian dan tantangan hidup menghampiri kita, yakinkan pada diri kita bahwa Allah tidak akan pernah memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambaNya, yakinlah bahwa pertolongan Allah itu sangat dekat. Lalu perfikirlah positif dan melangkahlah untuk menghadapi tantangan dan ujian tersebut.

“Sesunguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan” (QS Al Ahqaf 13-14)

Apakah ini arti sebuah ukhuwah?

Pernahkan kamu merasa kecewa kepada orang yang kamu anggap sebagai saudara? Entah mungkin karena kamu merasa terkhianati atau apalah? Lalu, apa yang ingin kamu lakukan? Ingin marah? Ato bahkan ingin menghajarnya?

Percayalah, aku pernah merasakannya. Merasa harga diri diinjak-injak. Merasa dihakimi. Merasa menjadi tertuduh. Tapi, apakah aku marah? Ya! Itu manusiawi, dan wajar. Tapi tidak ingin menjadi seorang pecundang, aku berusaha bangkit, dan berkaca pada hatiku. Mengakui semua itu adalah sebuah kesalahan, adalah langkah awal yang mujarab untuk menjernihkan hati dan pikiran. Setelah itu, waktunya prosesku dengan Rabb-ku…

Tapi muncul pertanyaan dalam benakku, “apakah ini arti sebuah ukhuwah?”. Dengan mudahnya menyebarkan aib saudaranya. Dengan mudahnya men-judge saudaranya tanpa bertanya alasan atau bagaimana yang sebenarnya terjadi. Aq yakin, ini bukan ukhuwah. Karena dari buku-buku yang aku baca, ukhuwah itu indah, dan bukan seperti ini seharusnya.

Lalu apa yang salah? Aku teringat perkataan seorang ustadz, “kita ini bukan jama’ah malaikat”. Inilah yang menarik. Jama’ah ini bukan jama’ah malaikat yang tidak akan pernah berbuat kesalahan. Kita adalah jama’ah manusia, yang sesuai dengan fitrahnya, manusia itu bodoh, oleh karena itu wajar jika banyak kesalahan yang terjadi.

Dan kembali aku ingat kepada taujih ustadz yang lain “jangan melihat siapa yang menyampaikan, tapi lihatlah apa yang disampaikan. Kalau itu sebuah kebaikan, ya ambilah”. Ini hal yang menarik berikutnya. Teman, jama’ah ini tidak salah, karena apa yang diajarkan semuanya berdasar. Kalau ada kesalahan yang terjadi, itu terletak pada punggawanya. Mungkin mereka belum paham, atau mungkin saat itu mereka sedang tergoda oleh bisikan syaitan, ntah dari golongan jin atau manusia.

Di mataku, ukhuwah itu tetap indah terlihat. Di telingaku, ukhuwah itu tetap lembut terdengar. Dan dalam hatiku, ukhuwah itu tetap sejuk terasa. Semuanya menyisakan pelajaran, semuanya menyisakan hikmah. Dengan peristiwa ini, Allah menunjukkan kepadaku, siapa mereka yang menganggapku benar-benar sebagai saudara. Saudara bukan yang ketika melihat saudaranya berbuat salah, dia membiarkannya. Tetapi saudara adalah yang ketika melihat saudaranya berbuat salah, dia mengingatkan dan tidak meninggalkannya. Dan sekali lagi aku tekankan “saudara tidak akan pernah menyebarkan aib saudaranya tanpa ada usaha mengingatkan”

Atas nama ukhuwah, aku berterima kasih kepada saudara-saudaraku yang telah Allah hadirkan untukku sebagai penyejuk, sebagai pengingat. Love u coz Allah…

Saatnya bangkit, memperbaiki diri, dan kembali ke perlintasan perlombaan untuk menjadi pemenang di hadapanNya…

Muhasabahku di pagi ini…

Pernahkah kau merasakan kesepian di tengah keramaian? Pernahkan kau merasakan perih di tengah canda? Pernahkan kau merasakan tangis tak tertahan di tengah tawa?

Saat ini aq merasakan semua itu. Merasa sendiri, di tengah ramainya orang berbincang. Kucoba bertanya pada hati, apakah yang sedang terjadi? Hatipun tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan. Bagaimana hati yang diciptakan Allah sebagai sebuah cermin tidak dapat memberikan jawaban? Inilah masalahnya. Bukan orang-orang di sekitar atau kondisi yang salah, hatiku lah yang sedang bermasalah. Bukan kondisi yang tidak bersahabat, tetapi diriku lah yang tidak ingin bersahabat dengannya…

Saat kupejamkan mata, kucoba membayangkan kembali kejadian-kejadian bersama mereka. Mereka yang menghadirkan tawa. Mereka yang menyisakan rindu. Ternyata tidaklah mudah menemukan sosok-sosok yang bisa menorehkan arti dalam hati ini. Tidaklah mudah menemukan sosok-sosok yang meredam ego ini. Dan saat ini diri ini benar-benar merindukan mereka…

Tetapi ketika aku hanya berteman dengan masa lalu atau sebatas kenangan, tidak selayaknya aku disebut sebagai makhluk hidup. Bukankah saat ini adalah hidupku, yang belum tentu akan kualami lagi esok hari? Bukankan mereka yang ada di sekitarku saat ini adalah lingkunganku? Sudah selayaknya kupandang ini semua sebagai hidupku. Sekali lagi bukan mereka yang salah, tetapi diri inilah yang salah, yang hina. Dan saatnya kaki ini melangkah ke arah perbaikan. Saatnya hati ini merasakan pensucian. Dan saatnya pikiran ini di restart ulang.

Wahai hati, meredalah. Jadilah engkau selayaknya apa yang menjadi tugasmu.

Ya Rabb, bantu hamba menjadi hambaMu yang pandai bersyukur. Bantu hamba menjadi manusia yang dapat bermanfaat orang lain.

Wahai kawan, hati ini benar-benar merindukan kalian. Dulu saat kebersamaan itu masih ada, diri ini pernah meragukan arti kalian dalam hidupku. Ternyata saat ini aku sadar, tidak mudah menemukan sosok-sosok seperti kalian. Semoga Allah masih berkenan untuk mempererat tali ikaan hati kita…

Bismillah, saatnya memperbaiki diri… “Daripada lisan ini menyakiti, diam adalah pilihan terbaik”

Buka Mata, hati, telinga

Ada satu lagu bagus, menginspirasi. Menggambarkan bahwa tidak seharusnya kita sebagai remaja hanya berfokus pada yang namanya “cinta”

Mata, hati, telinga

Satu cerita tentang manusia
Coba ‘tuk memahami arti cinta
Benarkah cinta diatas segalanya
Hanyakah itu satu-satunya

Yang menjadi alasan untuk menutup mata
Tak melihat dunia yang sesungguhnya
Dan menjadi jawaban atas semua tanya
Yang kita harap mampu mewujudkan sebuah akhir bahagia

Reff:
Buka mata hati telinga
Sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta ooo..
Yang kau inginkan tak selalu
Yang kau butuhkan mungkin memang yang paling penting
Cobalah untuk membuka mata hati telinga

Adakah kau rasakan kadang hati dan fikiran
Tak selalu sejalan seperti yang kau harapkan
Tuhan tolong tunjukkan apa yang ‘kan datang
Hikmah dari semua misteri yang tak terpecahkan

by Maliq and D’essentials

Link download : http://www.4shared.com/audio/yMmDODOy/21_Maliq__Dessential__-__mata_.htm